Hermeneutika

Paul Ricouer

Paul Ricouer

Selama ini kita telah terbiasa mendefinisikan atau menafsirkan komunikasi dalam perspektif komunikasi sebagai transmisi. Kosakata semacam ‘sender’, ‘receiver’, ‘encode’, ‘decode’, dan ‘transmision’ mencerminkan hal tersebut. Padahal, komunikasi itu sendiri juga dapat dipahami melalui perspektif yang berbeda. Misalkan dapat kita lihat dalam kosakata semacam ‘interpretasi’, ‘pemahaman’, maupun ‘perbincangan’. Komunikasi tidak lagi dilihat sebagai transmisi ide dari benak seseorang kepada orang yang lain, melainkan bahwa komunikasi merupakan proses penciptaan makna bersama di dalam suatu alur perbincangan. Atau dalam bahasa Radford (2005: 154) disebut “the mutual creation of meaning in the flow of a living genuine conversation.” Perspektif ini disebut sebagai hermeneutika.

Continue reading

Komunikasi dan Konstruksi Sosial atas Realitas

Peter L Berger

Peter L Berger

Peter L. Berger dan Thomas Luckmann pertama kali memperkenalkan istilah konstruksi realitas pada tahun 1966 melalui bukunya The Social Construction of Reality: A Treatise in the Sociological of Knowledge. Mereka menggambarkan proses sosial melalui tindakan dan interaksinya, dimana individu secara intens menciptakan suatu realitas yang dimiliki dan dialami bersama secara subjektif.

Tesis utama dari Berger adalah manusia dan masyarakat adalah produk yang dialektis, dinamis, dan plural secara terus-menerus. Masyarakat tidak lain adalah produk manusia, namun secara terus-menerus mempunyai aksi kembali terhadap penghasilnya. Sebaliknya, manusia adalah hasil atau produk dari masyarakat. Seseorang baru menjadi seorang pribadi yang beridentitas sejauh ia tetap tinggal di dalam masyarakatnya. Continue reading

Determinisme Teknologi Marshall McLuhan

Marshal McLuhan

Marshal McLuhan

Marshall McLuhan, media-guru dari University of Toronto, pernah mengatakan bahwa the medium is the mass-age. Media adalah era massa. Maksudnya adalah bahwa saat ini kita hidup di era yang unik dalam sejarah peradaban manusia, yaitu era media massa. Terutama lagi, pada era media elektronik seperti sekarang ini. Media pada hakikatnya telah benar-benar mempengaruhi cara berpikir, merasakan, dan bertingkah laku manusia itu sendiri. Kita saat ini berada pada era revolusi, yaitu revolusi masyarakat menjadi massa, oleh karena kehadiran media massa tadi.

McLuhan memetakan sejarah kehidupan manusia ke dalam empat periode: a tribal age (era suku atau purba), literate age (era literal/huruf), a print age (era cetak), dan electronic age (era elektronik). Menurutnya, transisi antar periode tadi tidaklah bersifat bersifat gradual atau evolusif, akan tetapi lebih disebabkan oleh penemuan teknologi komunikasi. Continue reading