Menatap Masa Depan Penyiaran di Indonesia: Catatan dari NAB Show 2014

Bagaimanakah kiranya gambaran industri penyiaran Indonesia 5 atau 10 tahun ke depannya? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, artikel ini akan mendiskusikan perbincangan terbaru industri media di Amerika Serikat untuk proyeksi media peyiaran di Indonesia di masa depan.

Beberapa hari yang lalu, saya menghadiri sebuah ajang akbar bagi industry media di Amerika Serikat, NAB Show. NAB sendiri merupakan singkatan dari Association of National Broadcasters. Acara tahunan ini diselenggarakan di Las Vegas, 5-10 April 2014 dan dihadiri oleh hampir 100,000 peserta dari 156 negara dan menjadi salah satu rujukan tren terbaru di dunia penyiaran di Amerika. Praktisi media, pakar industry, hingga akademisi berkumpul untuk membicarakan isu kontemporer maupun perencanaan industri media.

Salah satu sesi yang paling menarik adalah obrolan dengan Gordon H. Smith, CEO sekaligus President NAB. Smith bercerita tentang industri media di Amerika saat ini, terutama kecemasannya soal masa depan industri penyiaran. Dalam tataran produksi, para praktisi teknologi komunikasi terus menerus berinovasi untuk menyediakan perangkat paling mutakhir sekaligus efisien dalam menyampaikan isi media kepada publik. Misalkan saja tentang penggunaan teknologi ultra high definition (ultra-HD) dalam produksi tayangan televisi dan konten media lainnya, dianggap banyak membantu industri media dalam meyajikan tayangan yang sangat berkualitas dari segi audio-visual. Di Amerika sendiri, pesatnya penjualan perangkat televisi dengan kualitas high definition dianggap sebagai gambaran masa depan industri penyiaran: high definition broadcasting.

Continue reading