Iklan sebagai Simbolisasi dan Banalitas Komunikasi Politik

Iklan dan Strategi Komunikasi Politik

©inilah.com

©inilah.com

Kampanye kini hanya akan menjadi ajang persuasi politik. Masing-masing tokoh politik akan berlomba untuk mempublikasikan dan mempromosikan diri mereka. Kemudian mereka saling mengklaim diri sebagai tokoh politik yang paling pantas untuk menjadi pemimpin bangsa ini.

Menurut Ashadi Siregar (2006) kampanye melalui media, terutama media massa hanya akan mengalirkan dana ke industri media. Bagian terbesar dan belanja kampanye digunakan untuk membeli halaman media cetak dan jam siaran media penyiaran. Kampanye kemudian dijadikan sebagai ajang pencitraan demi terpilihnya mereka dalam pemilu nanti.

Makin dekat pemilu, makin banyak iklan politik di koran dan televisi. Para elit politik menggunakan media massa sebagai alat yang paling efektif guna memperlihatkan dirinya kepada khalayak luas. Tentunya, bagi tokoh politik yang banyak uang mampu menggunakan segenap sumber dayanya untuk “jual diri” melalui iklan di media massa. Continue reading

Advertisements