Hermeneutika

Paul Ricouer

Paul Ricouer

Selama ini kita telah terbiasa mendefinisikan atau menafsirkan komunikasi dalam perspektif komunikasi sebagai transmisi. Kosakata semacam ‘sender’, ‘receiver’, ‘encode’, ‘decode’, dan ‘transmision’ mencerminkan hal tersebut. Padahal, komunikasi itu sendiri juga dapat dipahami melalui perspektif yang berbeda. Misalkan dapat kita lihat dalam kosakata semacam ‘interpretasi’, ‘pemahaman’, maupun ‘perbincangan’. Komunikasi tidak lagi dilihat sebagai transmisi ide dari benak seseorang kepada orang yang lain, melainkan bahwa komunikasi merupakan proses penciptaan makna bersama di dalam suatu alur perbincangan. Atau dalam bahasa Radford (2005: 154) disebut “the mutual creation of meaning in the flow of a living genuine conversation.” Perspektif ini disebut sebagai hermeneutika.

Continue reading