Sputnik Sweetheart

Sputnik Sweetheart (Cover © Nobuyoshi Araki)

Pada suatu hari aku jatuh cinta kepada seorang wanita. Suatu hari yang lain wanita itu juga bilang jika ia jatuh cinta. Sayangnya, aku bukan orang yang beruntung itu. Wanita itu jatuh cinta kepada seorang wanita yang 17 tahun lebih tua dari dirinya. Sejak itu aku menyimpan perasaan ini di dalam hati karena aku akan bahagia jika melihat wanita yang aku cintai berbahagia bersama orang yang ia cintai pula.

Kisah cinta segitiga ini adalah pokok cerita yang ingin diceritakan oleh Haruki Murakami di dalam novel Sputnik Sweetheart. Seakan tidak ingin menyederhanakan persoalan, kisah cinta antara seorang pria kepada wanita, seorang wanita kepada wanita, dan bagaimana cinta bernegosiasi dengan situasi, mimpi, dan juga masa lalu, diikat dalam sebuah rangkaian tulisan yang sederhana namun sekaligus rumit.

Murakami menggunakan sudut pandang seorang pria bernama K sebagai narator dalam cerita ini. K sebagai tokoh aku memendam perasaan kepada sahabatnya, Sumire, sosok perempuan yang tomboy dan tidak mengenal istilah berdandan, memiliki impian menjadi seorang penulis novel, memiliki sifat yang polos dan apa adanya. Kedekatan antara keduanya ternyata menyimpan tembok penghalang, yaitu sosok wanita lain bernama Miu. Continue reading

Kafka on the Shore

Kafka on the Shore - Haruki Murakami

Kehidupan itu ibaratnya adalah sebuah labirin. Ia bagaikan sebuah misteri yang aneh sekaligus absurd. Atau dalam bahasa Haruki Murakami disebut ”tragedi”. Dalam bukunya kali ini, Kafka on the Shore kisah ini coba dinarasikan dalam perjalanan seorang anak laki-laki berusia 15 tahun bernama Kafka Tamura.

Tepat setelah hari ulang tahunnya yang ke-lima belas, Kafka melarikan diri dari rumahnya di Nagano untuk kemudian berpetualang seorang diri tanpa ada tujuan. Berbekal ransel, uang secukupnya, ia mendamparkan dirinya dalam perjalanan dengan bus hingga tiba di Takamatsu.

Sebagaimana umumnya sebuah perjalanan, ia juga berjumpa dengan karakter lainnya, Sakura, yang ia asumsikan sebagai kakaknya yang telah hilang di masa lalu. Kita seringkali berjumpa dengan seorang yang baru kita kenal, tapi entah kenapa kita sering berpikir bahwa setidaknya sepertinya di masa lalu kita pernah berjumpa dengan orang tersebut. Mungkin bagian dari kehidupan kita sebelumnya.

Continue reading

Konser Nostalgia ala Ian “The Monkey” Brown dan Kula Shaker

Ian Brown © satriaramadhan

Akhirnya sang legenda Madchester, Ian Brown, mantan vokalis The Stone Roses datang juga ke Jakarta, Jumat 6 Agustus 2010. Tampil berbagi panggung dengan Ian Brown adalah Kula Shaker, band britpop/psycadelic dari Inggris yang juga sudah dinanti-nantikan oleh banyak penggemar mereka sejak era MTV Alternative Nations dahulu.

Pertunjukkan yang digelar secara outdoor di Lapangan Basket ABC Senayan ini memang agak menyiksa penonton di Jakarta yang terbiasa menyaksikan konser secara indoor. Hujan yang mengguyur sejak sore harinya mengakibatkan sebagian penonton berbasah-basahan sebelum konser mulai.

Open gate sejak pukul delapan malam, tapi Kula Shaker sebagai penampil pertama baru naik panggung sekitar jam setengah sepuluh. Dimulai dengan intro musik dan vokal ala India, keempat personel Kulashaker naik panggung diiringi tepuk tangan penonton. Tanpa banyak berbicara, mereka langsung menggebrak dengan lagu pertama, Sound of Drums. Seluruh penonton serta merta ikut bernyanyi bersama. Continue reading

Kolaborasi Musisi Tua-Muda di Djakarta Artmosphere

Siapa bilang musik indie itu hanya untuk kalangan muda? Sebuah konser musik bertitel Djakarta Artmosphere ternyata membuktikan bahwa musik indie mampu melintasi generasi. Musisi senior pun menyukai bahkan berkolaborasi dengan sejumlah musisi muda.

Picture 589

djakarta artmosphere

Ebiet G Ade berduet dengan band Sore, Oele Pattiselanno serta Fariz RM bermain bersama White Shoes and the Couples Company, Tika and The Dissidents bernyanyi bersama Vina Panduwinata, serta Efek Rumah Kaca yang menggandeng Doel Sumbang, adalah bukti nyata yang ditampilkan pada acara tersebut, Sabtu (7/11). Upper Room Hotel Nikko Jakarta, tempat diselenggarakannya konser ini dipenuhi oleh penonton, tua dan muda. Continue reading

Slimmer: Menjadi Kurus dengan Skinny Pants

pameran2-editGaleri Ruang Rupa pada Jumat 19 September 2008 lalu menyelenggarakan pameran foto bertajuk Slimmer. Pameran ini menampilkan sejumlah karya foto dari seniman muda lulusan Institut Kesenian Jakarta (IKJ), Ary Sendy. Slimmer mengusung tema utama bagaimana celana sempit mampu mengesankan pemakainya menjadi terlihat kurus.

Melalui fotografi Ary Sendy ingin menceritakan betapa semakin banyak perempuan berlomba-lomba terlihat kurus. Caranya adalah dengan mengenakan skinny pants. Para perempuan tadi merasa nyaman memakai celana tersebut karena kelihatan lebih kecil, lebih kurus. “Saya mau memperlihatkan bahwa ada fenomena ini di Jakarta. Mudah-mudahan orang jadi berpikir soal ini,” ungkap Ary Sendy. Continue reading

Some Current Fascination on April 2008

Listening:

Sore, Ports of Lima

Reading:

Seno Gumira Ajidarma, Kisah Mata

Watching:

An Evening with Duran Duran, Plenarry Hall JCC

Sore, Ports of Lima Album Launch, Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail (PPHUI) Jakarta

Sungsang Lebam Telak live show at AKSARA Book Store Kemang

The Radio Dept

Eldorado, Lembang  Bandung

Visiting:

Glosarium Photoexhibition, Galeri Foto Jurnalistik ANTARA