Sputnik Sweetheart

Sputnik Sweetheart (Cover © Nobuyoshi Araki)

Pada suatu hari aku jatuh cinta kepada seorang wanita. Suatu hari yang lain wanita itu juga bilang jika ia jatuh cinta. Sayangnya, aku bukan orang yang beruntung itu. Wanita itu jatuh cinta kepada seorang wanita yang 17 tahun lebih tua dari dirinya. Sejak itu aku menyimpan perasaan ini di dalam hati karena aku akan bahagia jika melihat wanita yang aku cintai berbahagia bersama orang yang ia cintai pula.

Kisah cinta segitiga ini adalah pokok cerita yang ingin diceritakan oleh Haruki Murakami di dalam novel Sputnik Sweetheart. Seakan tidak ingin menyederhanakan persoalan, kisah cinta antara seorang pria kepada wanita, seorang wanita kepada wanita, dan bagaimana cinta bernegosiasi dengan situasi, mimpi, dan juga masa lalu, diikat dalam sebuah rangkaian tulisan yang sederhana namun sekaligus rumit.

Murakami menggunakan sudut pandang seorang pria bernama K sebagai narator dalam cerita ini. K sebagai tokoh aku memendam perasaan kepada sahabatnya, Sumire, sosok perempuan yang tomboy dan tidak mengenal istilah berdandan, memiliki impian menjadi seorang penulis novel, memiliki sifat yang polos dan apa adanya. Kedekatan antara keduanya ternyata menyimpan tembok penghalang, yaitu sosok wanita lain bernama Miu.

Wanita anggun, mempesona, dewasa, berkelas, sudah cukup menjadi alasan bagi Sumire untuk jatuh cinta kepadanya. Untuk pertama kali dalam seumur hidupnya, Sumire merasakan apa itu jatuh cinta. Bukan kepada seorang pria.

K hanya bisa menatap orang yang dia sayang jatuh cinta kepada orang lain dari jauh. Merasa bahwa cintanya tidak akan berbalas, K melarikan diri dengan mencoba mencintai wanita lain, seorang wanita yang sudah menikah yang juga adalah ibu dari salah satu murid di tempat di mana K bekerja sebagai seorang guru sekolah dasar. Mencoba memalingkan hatinya kepada orang lain.

Murakami menggunakan judul Sputnik Sweetheart bukan tanpa argumentasi. Secara simbolik, di dalam narasi diungkapkan mengapa istilah ini digunakan sebagai dasar cerita. Sputnik adalah satelit buatan Uni Sovyet yang merupakan salah satu benda luar angkasa pertama yang diciptakan oleh manusia. Manusia menciptakan Sputnik untuk menjadi sosok yang kesepian menjelajah luar angkasa yang luas sendirian.

Murakami menganalogikan bahwa kehidupan dan cinta itu ibarat sebuah satelit. Manusia itu hidup dan berjalan di dalam orbitnya sendiri-sendiri. Suatu saat kita mungkin berpapasan dengan manusia lainnya ketika orbit kita saling bertemu di satu titik waktu. Di satu titik ini mungkin kita akan saling jatuh cinta. Akan tetapi waktu akan berjalan dan kita harus melanjutkan perjalanan kembali kepada orbit kita masing-masing guna memenuhi lingkaran takdir sebagai sebuah satelit.

Mungkin saja saat ini orbit kita saling bersentuhan sehingga kita bisa saling jumpa. Dan jatuh cinta. Akan tetapi, kita ternyata tidak bisa saling membuka hati kita, karena kita sadar bahwa kita memiliki takdir yang berbeda. Ibarat sebuah satelit yang berputar pada orbit yang berbeda. Untuk itu, aku memanggilmu Sputnik Sweetheart.

Haruki Murakami, Sputnik Sweetheart

London: Vintage Books, 2002, 229 pages

IDR 133,000

One thought on “Sputnik Sweetheart

  1. cinta dan satelit atau satelit cinta😀
    ‘Sputnik Sweetheart’, sebuah panggilan yg berbeda dengan panggilan lain yg sering disandingkan dgn ‘sweetheart’, quite inimitable🙂
    “everything happens for a reason”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s