Konser Wolfgang Amadeus Phoenix di Beatfest 09

Phoenix

Phoenix

Phoenix, band alternatif rock asal Prancis akhirnya menepati janji untuk hadir di Jakarta pada 1 Agustus 2009. Meski sempat dihantui harap-harap cemas karena kasus bom yang melanda Jakarta beberapa waktu yang lalu, Event yang bertajuk Beatfest 09 ini berhasil memuaskan sekitar 4000 penggemar Phoenix yang hadir malam itu.

Show yang diselenggarakan oleh Bermuda-Soundshine ini juga dalam rangka promo tur album teranyar mereka, Wolfgang Amadeus Phoenix. Pertunjukan yang digelar di Bengkel Night Park, Jakarta ini dimulai sekitar pukul 8 malam. Sebelum penampilan utama dimulai, sejumlah band lokal tampil mengisi acara.

Band pertama yang mengisi panggung adalah Naif. Membawakan sekitar 5 lagu, Naif seperti biasa hadir dengan penampilan yang atraktif dengan sejumlah hits seperti Piknik 72 dan Televisi.

Naif

Naif

The SIGIT, band rock asal Bandung mengisi list penampil kedua. Beberapa lagu seperti Clove Doper dan Black Amplifier berhasil mengajak sejumlah penonton terlihat ikut bernyanyi atau setidaknya mengangguk-anggukkan kepala mengikuti irama musik. Meski demikian sebagian penonton yang lain terlihat tidak terlalu menikmati aksi The SIGIT di atas panggung. Memang, atmosfir The SIGIT terasa kurang cocok dengan line-up utama Beatfest 09 kali ini.

The SIGIT

The SIGIT

Masih dari Bandung, band ketiga Rock N Roll Mafia (RNRM) tampil kemudian. Mereka membawakan sound yang agak berbeda dengan dua band sebelumnya. Mengusung musik techno-elektronica, kali ini nuansa rave party lebih terasa.

Memainkan sejumlah lagu baru dari album yang akan datang, pertunjukkan mereka kali ini nampaknya lebih sebagai “promo lagu baru” daripada untuk mengajak penonton sing along bersama mereka. Meski begitu sound mereka tetap terdengar catchy ditambah dengan penampilan panggung yang lumayan menarik. Bahkan di salah satu lagunya RNRM dilengkapi dengan brass section.

Escape, Plankton, dan Shout! adalah sejumlah lagu baru yang dibawakan malam itu. Translove menjadi satu-satunya lagu yang diambil dari album terakhir mereka, Outbox.

Rock N Roll Mafia

Rock N Roll Mafia

Phoenix sebagai penampil utama naik panggung tidak lama kemudian. Tanpa banyak basa-basi, lagu pertama Lisztomania langsung menggebrak penonton. Suara penonton bercampur antara histeria dengan ikut serta bernyanyi.

Thomas Mars lead vocal from Phoenix

Thomas Mars lead vocal from Phoenix

“Hello Jakarta. Its nice for being here,” ujar Thomas Mars sang vokalis diantara jeda lagu.

Long Distance Call dimainkan di urutan kedua. Dilanjutkan dengan Consolation Price. Lasso, lagu dari album terbaru dimainkan sebagai lagu keempat. Napoleon Says, Funky Squaredance, Rally, Girlfriend, Armistice menyusul selanjutnya.

Love Like a Sunset hadir dengan instrumen yang panjang. Thomas Mars sang vokalis istirahat sejenak dengan berbaring di atas panggung sepanjang 7 menit lagu dan hanya mengisi vokal di bagian akhir lagu. Run Run Run dibawakan kemudian.

Dan lagu terakhir sebelum encore adalah Rome. “This is our goodbye song. But not our farewell song,” hibur Thomas.

Para personel Phonex jeda sejenak ke belakang panggung. Penonton sambil malu-malu dan terkesan agak malas, namun akhirnya berteriak juga “we want more, we want more”. Akan tetapi ternyata hanya dua personel yang terlihat hadir kembali ke depan panggung. Hanya vokalis dan seorang gitaris.

Phoenix

Phoenix

Thomas berbicara sejenak, “This time we decide to give something special for you. This is a song from our friend’s band. Hope you’ll enjoy it.” Hanya diiringi oleh gitar, kemudian lagu pun dinyanyikan.

“I’m a high school lover, and you’re my favorite flavor. Love is all, all my soul. You’re my playground love.” Mengejutkan sekali, ternyata mereka memainkan Playground Love—soundtrack dari film The Virgin Suicides—yang merupakan satu lagu dari band Prancis yang juga teman akrab mereka, Air. Hanya sedikit dari penonton yang terlihat mengenali lagu ini.

Phoenix

Phoenix

Selesai lagu, semua personel kembali lengkap di atas panggung. If I Ever Feel Better langsung disambut meriah oleh penonton. Menyusul kemudian Too Young. Dan lagu 1901 dipilih sebagai lagu penutup.

“Thank you for coming tonight” ujar Thomas, yang sekaligus menjadi salam perpisahan. Aplaus dari penonton mengiringi dan menutup pertunjukkan Phoenix malam itu. Sebuah penampilan atraktif yang cukup berkesan.

Jakarta, 2 Agustus 2009

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s