Kolaborasi Musisi Tua-Muda di Djakarta Artmosphere

2009 November 8

Siapa bilang musik indie itu hanya untuk kalangan muda? Sebuah konser musik bertitel Djakarta Artmosphere ternyata membuktikan bahwa musik indie mampu melintasi generasi. Musisi senior pun menyukai bahkan berkolaborasi dengan sejumlah musisi muda.

Picture 589

djakarta artmosphere

Ebiet G Ade berduet dengan band Sore, Oele Pattiselanno serta Fariz RM bermain bersama White Shoes and the Couples Company, Tika and The Dissidents bernyanyi bersama Vina Panduwinata, serta Efek Rumah Kaca yang menggandeng Doel Sumbang, adalah bukti nyata yang ditampilkan pada acara tersebut, Sabtu (7/11). Upper Room Hotel Nikko Jakarta, tempat diselenggarakannya konser ini dipenuhi oleh penonton, tua dan muda. read more…

Nasionalisme Semu dalam Kabar-Kabar Kebencian

2009 September 1

Belakangan ini media massa di Indonesia sedang gegap gempita membangkitkan semangat nasionalisme. Dan isu nasionalisme tersebut sekarang dikemas dengan bentuk pemberitaan yang agak berbeda dengan sebelumnya. Nasionalisme kini dihadirkan melalui kabar-kabar dan berita kebencian.

Jika dahulu nasionalisme ditampilkan melalui pemberitaan tentang sejarah, perlawanan terhadap penjajah dan jasa para pahlawan bangsa. Atau juga dengan mengangkat tema tentang pembangunan dan keberhasilan atau prestasi bangsa di berbagai bidang. Agaknya, media massa kita sudah jenuh mengangkat nasionalisme dari angle tersebut.

Konflik dengan Malaysia kini menjadi strategi baru media massa kita dalam membangkitkan semangat nasionalisme bangsa ini. read more…

Trakustik Merah-Putih

2009 August 3
David Naif

David Naif

Trakustik, sebuah acara musik rutin yang diadakan oleh Trax FM, kali ini digelar di Hardrock Café, Plaza EX Jakarta pada 2 Agustus 2009. Dalam rangka menyambut bulan agustus (meski 17 agustus, hari kemerdekaan masih beberapa hari kemudian) acara kali ini mengusung tema merah-putih.

Menampilkan sejumlah grup musik sebagai pengisi acara, seperti Endah and Rhesa, The Banery, Pure Saturday dan Naif. Acara ini juga dibuka dengan beberapa speech yang lebih mirip kampanye tentang Indonesia Unite, sebuah gerakan kampanye “anti-terorisme” yang diusung melalui kalimat “Kami Tidak Takut”. read more…

Konser Wolfgang Amadeus Phoenix di Beatfest 09

2009 August 2
Phoenix

Phoenix

Phoenix, band alternatif rock asal Prancis akhirnya menepati janji untuk hadir di Jakarta pada 1 Agustus 2009. Meski sempat dihantui harap-harap cemas karena kasus bom yang melanda Jakarta beberapa waktu yang lalu, Event yang bertajuk Beatfest 09 ini berhasil memuaskan sekitar 4000 penggemar Phoenix yang hadir malam itu.

Show yang diselenggarakan oleh Bermuda-Soundshine ini juga dalam rangka promo tur album teranyar mereka, Wolfgang Amadeus Phoenix. Pertunjukan yang digelar di Bengkel Night Park, Jakarta ini dimulai sekitar pukul 8 malam. Sebelum penampilan utama dimulai, sejumlah band lokal tampil mengisi acara. read more…

Karimun Jawa: Wisata Bahari di Utara Pulau Jawa

2009 July 14
by yearry
Pulau Cemara Besar dengan latar Pulau Karimun Jawa

Pulau Cemara Besar dengan latar Pulau Karimun Jawa

Jika anda termasuk yang menyukai wisata bahari kemungkinan besar sudah pernah mendengar nama Karimun Jawa. Kepulauan yang terletak di utara Jawa Tengah ini memang salah satu tempat favorite bagi pecinta wisata maritim, terutama yang hobi diving atau snorkling.

Berdasarkan data dari situs Departemen Kehutanan, Karimunjawa adalah kepulauan di Laut Jawa yang termasuk dalam Kabupaten Jepara.  Dengan luas daratan ±1.500 hektar dan perairan ±110.000 hektar. Taman Nasional Karimunjawa merupakan gugusan 27 buah pulau yang memiliki tipe ekosistem hutan hujan dataran rendah, padang lamun, algae, hutan pantai, hutan mangrove, dan terumbu karang (dephut.go.id).

Saya sendiri baru sempat berkunjung ke Karimun Jawa ini pada awal Juli 2009 yang lalu. Mengingat pula bahwa sekitar Juli hingga Agustus dianggap sebagai musim yang paling cocok jika ingin berkunjung kesana. Karena pada waktu inilah iklim serta cuaca termasuk ramah untuk wisata bahari. Selain bahwa pada musim ini pula ombak termasuk tidak terlalu tinggi untuk pelayaran ke sana. read more…

Iklan sebagai Simbolisasi dan Banalitas Komunikasi Politik

2009 June 20

Iklan dan Strategi Komunikasi Politik

©inilah.com

©inilah.com

Kampanye kini hanya akan menjadi ajang persuasi politik. Masing-masing tokoh politik akan berlomba untuk mempublikasikan dan mempromosikan diri mereka. Kemudian mereka saling mengklaim diri sebagai tokoh politik yang paling pantas untuk menjadi pemimpin bangsa ini.

Menurut Ashadi Siregar (2006) kampanye melalui media, terutama media massa hanya akan mengalirkan dana ke industri media. Bagian terbesar dan belanja kampanye digunakan untuk membeli halaman media cetak dan jam siaran media penyiaran. Kampanye kemudian dijadikan sebagai ajang pencitraan demi terpilihnya mereka dalam pemilu nanti.

Makin dekat pemilu, makin banyak iklan politik di koran dan televisi. Para elit politik menggunakan media massa sebagai alat yang paling efektif guna memperlihatkan dirinya kepada khalayak luas. Tentunya, bagi tokoh politik yang banyak uang mampu menggunakan segenap sumber dayanya untuk “jual diri” melalui iklan di media massa. read more…

Workshop Sehari “Prospek Pendidikan Kriminologi di Universitas”

2009 February 24
by yearry

Pada Sabtu 21 Februari 2009 yang lalu FISIP Universitas Indonesia menyelenggarakan kegiatan workshop yang bertema Prospek Pendidikan Kriminologi di Universitas. Acara yang diinisiasi oleh Forum Dekan FISIP se-Indonesia ini bertujuan menjajaki kemungkinan penyelenggaraan pendidikan kriminologi di berbagai Universitas di Indonesia.

Acara yang dilangsungkan di Audiotium AJB Bumiputera FISIP UI ini dimulai pukul 8 pagi dan secara resmi dibuka oleh ketua panitia, Thomas Sunaryo. Dilanjutkan oleh sambutan dari Dekan FISIP UI, Prof. Dr. Bambang Shergi Laksmono, M.Sc. Di antara peserta yang hadir antara lain berbagai dekan Fisip dari universitas-universitas di Indonesia, wakil dekan, maupun utusan dari universitas yang bersangkutan. read more…

Budaya Dalam Air Seni

2009 January 6

Suasana di Pameran Seni Rayuan Pulau Kelapa di Galeri Ruang Rupa, Jakarta

Suasana di Pameran Seni Rayuan Pulau Kelapa di Galeri Ruang Rupa, Jakarta

Masihkah perbedaan antara budaya tinggi dan budaya rendah relevan?

Jika anda pernah mengunjungi sebuah pameran seni di galeri seni, maka anda akan disuguhkan dengan rangkaian hasil karya seni—yang merupakan artefak budaya—yang biasanya dinilai sebagai bagian dari budaya tinggi.

Misalkan saja bahwa di sana terpampang berbagai lukisan yang artistik, yang indah. Atau juga berbagai macam hasil karya fotografi atau karya instalasi yang juga dinilai artistik.

Pada zaman dahulu, yang namanya galeri seni itu adalah sebuah tempat yang “sakral” di mana hanya orang-orang tertentu yang bisa datang ke sana. Hanya warga kelas atas dan berpendidikan yang bisa hadir di sana. Oleh karenanya, mereka datang tentunya untuk menikmati berbagai karya seni yang tidak sembarangan pula. read more…

Budaya dalam Secangkir Kopi

2009 January 4

//www.thetechherald.com

© http://www.thetechherald.com

Anda suka minum kopi?

Suatu ketika saya pernah minum kopi. Peristiwa yang sangat biasa sepertinya. Tapi yang menjadikannya berbeda adalah saya minum kopi tersebut sekitar pukul 2.30 dini hari. Nah, warung kopi mana yang masih buka dini hari begini?

Starbucks coffee shop. Terletak di kawasan Sarinah Thamrin, Jakarta Pusat. Buka 24 jam.

Untuk mendapatkan kopi di dini hari semacam ini saya harus rela membayarkan sekitar Rp. 20ribu hanya untuk secangkir kopi. Padahal kalau bikin kopi sendiri di rumah, cukup beli kopi sachet yang tidak lebih dari Rp. 300.

Lalu apa yang membedakan antara minum kopi di rumah dengan kopi di coffee shop macam Starbucks tadi? Atau mungkin juga perbedaannya dengan warkop (warung kopi). read more…

Budaya dan Fashion System

2009 January 3

punk culture

punk culture

You are what you wear. Sadarkah kita bahwa cara kita berpakaian menentukan nilai budaya yang kita anut?

Jika anda sering berbelanja ke daerah Blok M di Jakarta Selatan, anda tentunya sering berpapasan dengan anak-anak Punk. Biasanya mereka ini suka nongkrong di jembatan penyebrangan menuju Blok M Plaza, GOR Bulungan, atau kadang kala di Terminal Blok M.

Ciri-ciri utama mereka adalah berpakaian jeans belel, dengan beberapa aksesoris rantai dan spike, dan terutama dengan cukuran rambut ala Mohawk. Mereka menganggap ciri berpakaian macam ini sebagai nilai anti kemapanan, nilai yang dianut oleh budaya Punk.

Dengan mengenakan berbagai macam aksesoris sebagaimana diyakini sebagai bagian dari budaya Punk, maka mereka mengasosiasikan diri mereka sebagai anak Punk. Mereka menjadi Punk karena berpakaian ala Punk. Identitas budaya terkonstruksikan melalui fashion mereka. read more…